Penghabisan bulan kau kirim surat
rasaku menyusup lumpur firasat
barisan tinta berkata:
jarak tak lagi dekat
Sesalku jadi pekat
pendam rindu menghebat
Namun pecah-rengkah
terhantam dinding padat
Udara sepi-senyap
tapi nyala lilin gelisah berkelisiap
gundah mengemuka
berkisah-kisah sepanjang bibir udara
Ini nyata bukan luka
sesal saja menggarami dada
jadi rindu yang bersipongang
meraungi seribu malam
tiang-tiang dingin sama-sama bersulang
tentang matari kemarin
tentang malam kemarin
Entah!
Ku terasing di padang waktu
tenggelam di samudra tinta
Kau isyaratkan mari berperang
tapi segera kau rebut semua pedang
satu kau cabut
penggal darahku jadi kabut
Tahu kau?
Ingin kuhapus semua larik
jika jadinya hanya sebuah titik.
بسم الله الرحمن الرحيم
Home » Archives for 2008
Rabu, Juli 09, 2008
Jumat, Juli 04, 2008
Lekas Mati
Diposting oleh
Johnny Wirjosandjojo
Demikian waktu menjadi renta
detik-menit mulai hilang-terlupa
juga nada-nada di dada
jadi kendur-kabur
mampus seluruh suara
luruh-rontok
cair-mengalir
mengampas!
Jika tempo rayu kembali,
bilang: Tidak!
Puas sudah aku
menjaring kupu
di curam batu
Baik sini semua lekas mati
malam sunyi,
terang padam-sepi
:satu budak bernyanyi
dari liang segala hati.
detik-menit mulai hilang-terlupa
juga nada-nada di dada
jadi kendur-kabur
mampus seluruh suara
luruh-rontok
cair-mengalir
mengampas!
Jika tempo rayu kembali,
bilang: Tidak!
Puas sudah aku
menjaring kupu
di curam batu
Baik sini semua lekas mati
malam sunyi,
terang padam-sepi
:satu budak bernyanyi
dari liang segala hati.
Label:
hati,
johnny,
johnny wirjosandjojo,
lekas,
mampus,
mati,
nyanyi,
puisi,
renta,
sepi,
sunyi,
waktu,
wirjosandjojo
·
0
komentar
Kamis, Mei 22, 2008
Patah
Diposting oleh
Johnny Wirjosandjojo
Cermin dan debu bermain di kegelapan
ada tangis
dan kesepian
ada dahaga di pekat malam
Lagi, jangan kau datang
penuhi semua ruang
getar tiada sudah.
Tinggal ilalang
siap kuterjang
Payah sudah!
Terlampau payah:
tinggal tulang
siap berpulang
Padamu?
Ah! Tak sudi ku mengenang.
ada tangis
dan kesepian
ada dahaga di pekat malam
Lagi, jangan kau datang
penuhi semua ruang
getar tiada sudah.
Tinggal ilalang
siap kuterjang
Payah sudah!
Terlampau payah:
tinggal tulang
siap berpulang
Padamu?
Ah! Tak sudi ku mengenang.
Label:
debu,
johnny,
johnny wirjosandjojo,
kau,
patah,
payah,
pekat,
puisi,
wirjosandjojo
·
0
komentar
Minggu, Mei 18, 2008
Bagimu Negri Tinggal Pasir
Diposting oleh
Johnny Wirjosandjojo
Sekali kau datang
Saat arahku hilang
Kau tiup pelita
Hingga padam semua nyala
Seratus tahun ku menunggu
Panas unggun bersisa abu
Begitu jua semua syair
Bagimu Negri tinggal pasir.
Saat arahku hilang
Kau tiup pelita
Hingga padam semua nyala
Seratus tahun ku menunggu
Panas unggun bersisa abu
Begitu jua semua syair
Bagimu Negri tinggal pasir.
Label:
airmata,
arah,
hilang,
johnny,
johnny wirjosandjojo,
nyala,
padam,
pasir,
pelita,
puisi,
syair,
unggun,
wirjosandjojo
·
0
komentar
Selasa, Mei 13, 2008
Separuhmu Kujenuh
Diposting oleh
Johnny Wirjosandjojo
Kau goreskan separuh luka
pada lenganku.
Kau sumpalkan separuh dusta
pada otakku.
Kau lambaikan separuh cinta
pada dadaku.
Cuma separuh!
padahal kupinta utuh
duri pun ta' apa
biar semua dibanjir darah
asal hampa hilang-tiada.
Tapi unggun kini tinggal kerlip
dan tanah sesak
terkubur bangkai tulip.
Pupus semua
lilin-lilin remuk-runtuh.
Jadi tutup segala gaduh
pada hati ku sudah jenuh.
pada lenganku.
Kau sumpalkan separuh dusta
pada otakku.
Kau lambaikan separuh cinta
pada dadaku.
Cuma separuh!
padahal kupinta utuh
duri pun ta' apa
biar semua dibanjir darah
asal hampa hilang-tiada.
Tapi unggun kini tinggal kerlip
dan tanah sesak
terkubur bangkai tulip.
Pupus semua
lilin-lilin remuk-runtuh.
Jadi tutup segala gaduh
pada hati ku sudah jenuh.
Label:
darah,
dusta,
haduh,
hampa,
jenuh,
johnny,
johnny wirjosandjojo,
kau,
luka,
puisi,
unggun,
wirjosandjojo
·
0
komentar
Senin, Mei 12, 2008
Melaut Perih
Diposting oleh
Johnny Wirjosandjojo
Samar-samar kau datang
mendaki kegelapan
dengan sebutir pelita di tangan
Kau bilang 'kan berbagi
tapi mengapa kau ingkar janji
lain pelita mampus
cuma sekuku kerlip
yang sebentar tinggal hangus
Ah!
Kau raba dadamu
juga kurasa 'kan luka yang mengilu
(kau tak mau?)
Jelas kurasa tiada rela
bagiku cuma sisa,
tapi kurenggut saja dari genggammu
dan bayangmu luruh jadi abu
Gelapku tak lagi pekat,
tapi kudengar langkah maut kian dekat
Biar kumasuk perangkap maut
dengan sebutir perih yang melaut.
mendaki kegelapan
dengan sebutir pelita di tangan
Kau bilang 'kan berbagi
tapi mengapa kau ingkar janji
lain pelita mampus
cuma sekuku kerlip
yang sebentar tinggal hangus
Ah!
Kau raba dadamu
juga kurasa 'kan luka yang mengilu
(kau tak mau?)
Jelas kurasa tiada rela
bagiku cuma sisa,
tapi kurenggut saja dari genggammu
dan bayangmu luruh jadi abu
Gelapku tak lagi pekat,
tapi kudengar langkah maut kian dekat
Biar kumasuk perangkap maut
dengan sebutir perih yang melaut.
Label:
bayang,
gelap,
johnny,
johnny wirjosandjojo,
kau,
maut,
pekat,
pelita,
perih,
puisi,
wirjosandjojo
·
0
komentar
Sabtu, Mei 03, 2008
Syair Kalah Saat Patah
Diposting oleh
Johnny Wirjosandjojo
Aku ini dinding batu
pada relief yang luka.
Aku ini debu jalanan
ditiup angin tanpa tujuan.
Aku ini serpihan wajah
tanpa tangan yang menjamah.
Lelah aku sudah
biar membusuk dalam tanah.
pada relief yang luka.
Aku ini debu jalanan
ditiup angin tanpa tujuan.
Aku ini serpihan wajah
tanpa tangan yang menjamah.
Lelah aku sudah
biar membusuk dalam tanah.
Label:
aku,
batu,
busuk,
debu,
johnny,
johnny wirjosandjojo,
patah,
puisi,
syair kalah,
wirjosandjojo
·
0
komentar
Rabu, April 02, 2008
Lebam Lalu Karam
Diposting oleh
Johnny Wirjosandjojo
Hatimu kerikil debu
cuma ngilu kudapat di padang batu.
Duri yang berdarah
dan perih yang bergairah
bikin sakit merekah
dan hancur mengejawantah.
Kelam-biru.
Biru-kelam.
Lebam-lebam sudah rasaku.
cuma ngilu kudapat di padang batu.
Duri yang berdarah
dan perih yang bergairah
bikin sakit merekah
dan hancur mengejawantah.
Kelam-biru.
Biru-kelam.
Lebam-lebam sudah rasaku.
Label:
batu,
darah,
debu,
duri,
hati,
johnny,
johnny wirjosandjojo,
kelam,
lebam,
ngilu,
perih,
puisi,
sakit,
wirjosandjojo
·
0
komentar
Jika Kau Mati Jua
Diposting oleh
Johnny Wirjosandjojo
Ini tangan, bukan milikku
Asin peluh di sekujur kulit
Biar kering uap mesiu
Darah mendekap keringatku
Ini dada, bukan darahmu
Tinta merah yang mengalir
Keping duka pada luka yang membeku
Ini bibir, bukan punyamu
Bukan senyum, sungut manismu
Bukan riang, pecah tawamu
Hanya nganga penuh nanah
Tanpa kata, pedih jenuh di lidahku
Ini kata-kata, hanya untukmu
– Bicaralah padaku di sana –
Jika kau mati jua.
Asin peluh di sekujur kulit
Biar kering uap mesiu
Darah mendekap keringatku
Ini dada, bukan darahmu
Tinta merah yang mengalir
Keping duka pada luka yang membeku
Ini bibir, bukan punyamu
Bukan senyum, sungut manismu
Bukan riang, pecah tawamu
Hanya nganga penuh nanah
Tanpa kata, pedih jenuh di lidahku
Ini kata-kata, hanya untukmu
– Bicaralah padaku di sana –
Jika kau mati jua.
Label:
bibir,
darah,
johnny,
johnny wirjosandjojo,
kau,
luka,
puisi,
senyum,
wirjosandjojo
·
0
komentar
Senin, Maret 31, 2008
Maya dan Nyata
Diposting oleh
Johnny Wirjosandjojo
Mukamu mengaca
pada kubangan tinta
namun tiada
cuma hampa
hanya kelam
tinggal diam.
Parasmu berpose
pada cermin usang
namun tiada
cuma hampa
hanya hening
derap jam tinggal puing.
Tak mengapa
ujarmu mengirit kata
cermin parasku nyanyian senja
muka diriku disepuh sinar-sinar tua
tempat dulu
maya dan nyata
memutus rasa.
Kelam di dada
sakitnya di puncak semesta.
Purwokerto, 31 Maret 2008
Label:
diam,
hampa,
hening,
johnny,
johnny wirjosandjojo,
kelam,
maya,
nyata,
puisi,
rasa,
tiada,
wirjosandjojo
·
0
komentar
Rabu, Februari 27, 2008
Jadilah Kau
Diposting oleh
Johnny Wirjosandjojo
Dari segala ngilu
Jadilah aku
Dari segala perih
Jadilah aku
Dari segala sakit
Jadilah aku
Dari segala luka
Jadilah aku
Dari segala rindu
Jadilah kau.
Cimencok, 3 Mei 2008
22:54
Atau menurut pesan singkat yang diterima Ida:
Majenang-Purwokerto. Sebelum 27 Februari 2008
19:18:59
Selidik
Tag
- airmata
- aku
- angin
- api
- arah
- asing
- atap
- bachri
- badai
- bagi
- bahagia
- bahtera
- bait
- bandung
- basah
- batu
- bayang
- benderang
- bentuk
- berhenti
- berlayar
- bernyanyi
- biak
- biar
- bibir
- bilang
- bising
- bisu
- bogor
- Bohar
- boneka
- buang
- budak
- bulan
- bunga
- bunyi
- busuk
- buta
- cahaya
- calzoum
- caya
- damai
- darah
- datang
- debu
- dendam
- dendang
- dengus
- deru
- desember
- desir
- desis
- dewi
- dia
- diam
- dingin
- dosa
- drama
- dungu
- duri
- dusta
- engkau
- frekuensi
- gadis
- gagak
- gairah
- gelap
- gelisah
- gelombnag
- gigil
- gila
- gulita
- gundah
- habis
- haduh
- hampa
- hanyut
- harap
- hati
- hening
- hentikan
- hilang
- hilang arti
- hilir
- hujan
- hulu
- ibukota
- Ida
- ingin
- iri
- jadilah
- jalan
- jalang
- jantera
- jarak
- jatuh
- jauh
- jenuh
- jika
- johnny
- johnny wirjosandjojo
- jua
- kabut
- kaca
- kacau
- kaki
- kalimat
- karat
- kata
- kau
- keberanian
- kediaman
- kejar
- kelam
- keluh
- kembali
- kemelut
- kemudi
- kepercayaan manusia
- kerudung
- kesumat
- koin
- ku
- lagi
- langit
- lapuk
- layu
- lebam
- lekas
- lemah
- lentera
- lenyap
- lepas
- luka
- mahabahagia
- makam
- maksud
- malam
- mampus
- manis
- manusia
- marah
- matari
- mati
- maut
- mawar
- maya
- mblekethu
- melawan
- melayang
- melunak
- menang
- menanti
- mencari
- mendadak
- mendiami
- mendiamkan
- mendung
- mengaca
- menggugat
- menyerah
- meridipus
- mimpi
- minggu
- muak
- nadi
- nanah
- nestapa
- ngilu
- nopember
- nyala
- nyanyi
- nyata
- nyeri
- ombak
- omega
- Orakel
- padam
- padang
- panas
- parang
- pasir
- patah
- payah
- pecah
- peduli
- pekat
- pelepasan
- pelita
- penggal
- pengkhianatan masa
- perang
- percakapan
- percaya
- pergi
- perih
- perjanjian
- pohonan
- puisi
- pukau
- pulang
- pupus
- rahwana
- ramaparasyu
- rampas
- rantas
- rasa
- ratap langit
- rayap
- redam
- redup
- rembulan
- remuk
- renta
- resah
- riang
- rindu
- rindudendam
- roda
- rokok
- rumah
- sajak
- sakit
- sanda
- sangkar
- Saraswati
- satu babak
- sayangm basah
- sayap
- segala
- segara
- sejarah
- selintas lalu
- senja
- senyap
- senyum
- senyuman
- sepi
- september
- sesal
- sesudah
- setan
- siapa
- sidang
- sinta
- sorga
- suara
- sunyi
- surat
- sutardji
- syair
- syair kalah
- tali
- tanah
- tanda
- tangis
- tegak
- televisi
- tenggelam
- tentang
- terang
- terbenam
- terbit
- terdiam
- teriak
- terjaga
- tiada
- tinggi
- tinta
- titik
- tuan
- Tuhan
- tukang pangkas
- tuli
- ufuk
- unggun
- usang
- waktu
- warga negara
- wirjosandjojo